oh ... cinta
jangan dulu bergeliat
mengetuk ketuk pintu kamarku
siangku belum senja
kutaburkan dulu biji biji melati
juga rumpit catalunia
yang dibawa merpati setelah
mereka bersandar di verona
cinta ...
lepaskan tanganmu dari lonceng kamarku
itu menggertakku seakan kau tak sabar
memelukku
cinta
aku bercawat rumbia
mahkota tembikar
masih bertelanjang kaki
taman amerta belum paripurna
ibu asuh satria airlangga masih membelaiku
hingga garuda wisnu kencana
selesai terukir di pundakku
cinta
hentikan teriakanmu itu memanggil syahdu
sedang aku masih melacurkan ragaku dalam angan dan cinta
tunggu dulu cinta ... tunggu
nanti fatamorgana pasti bermuara
cinta
kau tak bergeming menggoncang-goncang pintu
mengoyak kesabaranku
aku tergugu
aku tergugu
cinta ...
karena aku mengerti secara pasti
bila kubuka pintu itu
ibarat rama yang menyambut cintanya
..... kau tak akan ada di situ .....
cinta ...
hanya angin lembah dan kicauan burung gereja
mengolokku ...
sepi ...
aku tergugu ...
kau cuma menggodaku ...
