Hujan seperti tidak peduli
dengan bunga-bunga yang kelelahan
bergoyang-goyang ditimpa jatuhnya
juga pada tanah yang tersiksa
karena pori-porinya dipenuhi
ruah genangan
alangkah indahnya hujan
gemericiknya bak tetabuhan langit
yang manjakan telinga bathin
hujan selalu sisakan aroma
pada rerumputan
pada tanah
pada aspal
saat berhenti
seperti ingin kekalkan keberadaannya
pada matahari yang segera menggantinya
hujan sudah terasa kekal basahi kekeringan
di ulu hati pada rasa merindu
hujan tak kunjung berhenti
sengaja mainkan iramanya
pada setiap benda di bawahnya
semakin lama gemericik hujan
menggerus kekuatan pikiran
tetesnya tak lagi suarakan harmoni
yang menenangkan kebekuan
sebaliknya berubah menjadi
milyaran tombak yang bersiap menghujam sepi
Dingin dan basah justru samarkan perasaan
dan tangisan memilu
akankah hujan ini berakhir
dan bawa sirna semua rasa ... ?
