Wednesday, October 21, 2009

LaRa

terjepit sesak diam tak bergerak
suara-suara melintas, sayup, senyap menghilang
hening, seketika rontokkan keangkuhan
perlahan menguak pasti, keabadian jumawa runtuh jua
dalam gulita senyap seakan riuh
membahana membelah serpihan retak malam

sukma melayang menyusupi malam
berderik meliuk di ilalang padang
menyapa kejujuran alam
yang bersahutan seirama harmoni kehidupan semesta

jengkerik bernyanyi dalam gulita
punai bersiul malu-malu
meruntuhkan dahan-dahan kesenyapan yang tak bersisa
seluruhnya meniupkan serenade betualang
mencari ketenangan di gemericik tangis tak putus
yang sembabkan alam sepagian

kematian
selalu meninggalkan duka