aku tak butuh perpisahan yang menakutkan
tak ada lambai itu ...
kadang adalah keberuntungan
( kau masih percaya bukan ?)
pertemuan-pertemuan selama ini
telah membawa kembali ke persimpangan
tanpa bisa memilih jalan yang mesti dilalui
"Selamat tinggal ... !" kuteriakkan itu
di kesendirian pada jalan yang memang lengang
masihkah kau tulikan telinga
ketika tahu, itu ucapanku yang terakhir ?
barangkali ini hanyalah arogansi yang kau pamerkan
sebab kutahu
matamu masih menyimpan cahaya rindu
akankah dusta kembali mewarnai
hari-hari yang tak lagi berlari ?
