begitu saja kulemparkan
siluet ke pusat gelombang
kuhitung garis-garis resahku
yang larut pada langit petang
masa silam ... pernah aku berangkat
dari pesisirnya
angin musim yang melepasku
dalam perjalan tanpa peta
begitulah ...
karena kata orang
hidup harus berjalan bertujuan
persinggahan demi persinggahan
membujukku dengan pesta
namun aku adalah perempuan
yang tertawa ...
wajah-wajah lelaki mengabur
dalam ombak yang gaduh
matahari yang hiruk pikuk
dan nyanyian peri-peri laut
