Friday, August 7, 2009

MaLam seLepas HuJan

aku mencium nafas yang lembut menguap
dari aspal hitam dan genangan air
yang menyimpan bayang-bayang
matahari putih
dan selubung udarapun
tersingkap menyanyi lirih
mengguyuri debu-debu musim panas
yang tadi mengendap jejakmu
tajam disana
musim menjadi tempat episode
istirahat sebuah harpa
menganyam kata-kata kita pada dinding
tidak ada yang tersembunyi di hadapanmu