dalam kuasa waktu
yang tak mau menunggu
ia datang ... berbisik ...
menggeliti hati yang rawan
begitu lembut mendesir-desirkan debaran
bak wangi melati yang menebar semaraknya
semarak dawai-dawai berdenting
mengalun mencacah lubuk galau pencarian diri
gelitik itu tetap meremas-remas kalbu
melangutkan rasa yang menyelinap diam-diam
lihai ... merayapi hati-hati resah
larut dalam suasana menghanyutkan
hinggap ... menepi di sudut hati ... tak mau pergi
sungguh ... diurai-urai .. dilepas-lepas
tak jua mau terlepas
ditepis-tepis tak jua mau berlari menjauh
menyesal .. bayang-bayang itu tak mau menguap
sungguh ... kurasa dunia meneteskan embun kegamangan
ia yang menepi di sudut hati
meluruh sepiku .. meluluh lantakkan keangkuhan
bergeming tak hendak berlalu
sungguh ... pagutan raga itu terlarang
tapi pagutan hati siapa menghalang
