Sunday, July 26, 2009

suDah waKtunya

dari tanganku musim gugur makan daunnya
kami bersahabat
kami mengupas waktu dari kacang
dan mengajarnya berjalan
sang waktu kembali ke dalam kulit

dalam cermin adalah hari minggu
dalam mimpi orang tidur
mulut bicara benar

mataku turun ke pada kekasih
kami saling memandang
kami saling mengatakan yang gelap-gelap
kami saling mencinta bagaikan bunga madat
kami tidur bagaikan anggur dalam kerang-kerangan
bagaikan laut dalam sinar bulan

kami berdiri berpelukan di jendela
mereka menyaksikan kami dari jalanan
sudah waktunya orang tahu
bahwa batu akhirnya bersedia berbunga
bahwa untuk kegelisahan ada jantung yang berdetak
sudah waktunya
tiba sudah waktunya