Monday, July 13, 2009

sepi menggigil

semburat cahaya makin menepi
diiringi coklat dedaunan
yang merendam kaki dan hati
akhirnya ku menghela tertahan

selimut sepi membungkus
seiring turunnya semburat cahaya
di ujung sana

sepotong cinta
yang melewati arus tawa yang dingin
tandai angin musim gugur yang berlalu
iringi hati yang kian menggigil