semburat cahaya makin menepi
diiringi coklat dedaunan
yang merendam kaki dan hati
akhirnya ku menghela tertahan
selimut sepi membungkus
seiring turunnya semburat cahaya
di ujung sana
sepotong cinta
yang melewati arus tawa yang dingin
tandai angin musim gugur yang berlalu
iringi hati yang kian menggigil
