kemana wahai kau sang mimpi
dimana murni ketulusan
raga ini seperti mati suri
jiwa bagaikan terbang
gundah melilit
mengintai di pelupuk mata berkaca
menghempaskan asa
dan impian terindah
takkah kau lihat duniaku raib ?
berganti sunyi
bersama memori sisakan lara
tenggelam mendamba
sanggupkah bila kembali bertemu
melebur dalam inti jiwa
mengalirkan darah segar
tanpa gentar menghadapi pahit dan getir
