pada lamanya harapan menjadi dekat
hidup dan mencintai di butir-butir jiwa
yang terbang berhamburan
kadang titiknya berpijar
di atas lembah-lembah hati manusia
yang telah lama menumpuk kehampaan
dan ketidakpastian akan hari mendatang
jiwa saling berlomba mencari perhentian
siapakah sang penunggu tempat ?
ia adalah pemilik cinta yang tak terbatas
butirku juga satu kefanaan yang naif
mengejar bentuk kepastian
dalam kemegahan warna-warna yang ada
yang sewaktu engkau hadir membisikkan semua
yang mengatakan ambillah dunia untuk tempat meniti
nyatalah engkau benar kurasa
sebagai bagian diri-diri resah tuk berdiri
sejauh harapanmu adalah sedekat kemauanku
menjadi tonggak di pelataran jutaan kerinduan manusia
yang sejak dulu dan sampai kapanpun mencari dirinya
masa yang melantunkan bait-bait gelap
menyimpan semua pertanyaan akan meraih apa
inginkah jiwaku dalam raihmu, kekasih,
adakah engkau benar-benar tiba
dan menjadikan jalan-jalanku menjadi benderang
lalu akhir akan terlihat
atau tempat-tempatmu yang indah
akan terjaga seterusnya
sedang kehadiranmu juga
adalah butir-butir yang terbang ke senyap-senyap janji
