telah melangkah lewat begitu banyak bentuk
lewat aku dan kau dan kita
akan tetapi segala tinggal terderitakan
melalui pertanyaan abadi : untuk apa ?
itu pertanyaan kanak-kanak
baru lambat engkau sadar
bahwa hanya ada satu : menerima
- biar arti, biar nafsu, biar cerita -
takdirmu dari jauh : kau harus
biar salju, biar lautan, biar mawar,
semua yang telah berkembang, memudar,
hanya ada dua hal : kehampaan
dan sang aku yang ditandai derita
