rindu
selalu menoreh luka
yang tak mau sembuh
membungkam mulut
menahan jerit
menambah perih
di dada
rindu
pada detik dan tiap porinya
meracun darah di aliran nadi
tak mau hilang
tak akan terbuang
tetap berkubang
di dada
rindu
merengkuh di relung malam
menggila di peluk hujan
menguntaiku di jalinan hari
bukan memasung
rindu memelukku
seperti matahari yang menghangati
seperti malam yang bersetubuh
