surya perlahan memanjati sunyi berbukit
menelanjangi titik-titik beku di telapak tangan
rayapi sekujur debarku
dengan kehangatan yang sungguh
tak kah kau malu pada debu
yang melilipi matamu ... tanyaku lirih
tak ... karena mereka tak mengenal cinta
jawabmu tak kalah lirih
perlahan suryapun membasahi bibirmu
dengan kerlingan nakal
demikian mungkin cinta berujar
