Monday, June 29, 2009

AngAnku

seperti sunyi yang kau endap
di helai rumput
secarik angin tak mampu menebarnya
ke semua padang
resaplah semampumu malam yang berduka
malam yang menghambur seluruh kenang
hingga laut menjadi gerah
lalu bulan telah jatuh di balik jendela
mana yang lebih puisi
laut itu yang bergolak
ataukah air matamu