alfabeta
mencairkan tarian
kala lamunan menjeratmu dalam beku
alfabeta
mencucurkan airmatamu
mencari pintu
kemana hendak pergi menemu
tak kunjung ...
manakala
alfabeta menjemputmu kala sepi
menyergap kesunyian inderawi
alfabeta
merangkak memintamu untuk terus bersenandung
tapi ...
kau mulai menghardiknya
kala kehidupan menampar mukanya sebagai pelarian semata
(sebagai mereka tertawa)
tak kau tau jua
alfabeta
pertemukan kita disini untuk bercinta
andai kau sedia kisahkan padaku
mengapa kau mulai mencintaiku hari ini
