kurasakan angin bertiup semilir
menerbangkan debu-debu
yang perlahan menyapu wajahku
menyusup hingga ke sela mataku
hingga kurasakan pedih dan perlahan kurasakan
air mata mulai menggenang di pelupuk mata
mengalir melewati pipi, meninggalkan jejak basah
mungkin air mata ini mewakili perasaan sedih
yang tengah kurasakan
luka yang amat menyakitkan
menyesakkan dada
sangat menyiksa
dan kini membuatku menghabiskan air mata
aku tak kan pernah merasakan
kasih sayangnya ...
belaiannya ...
semuanya itu benar-benar mimpi
dan aku sadar akan itu
