Friday, April 17, 2009

untuk apa setia

begitu jauh dirimu
seakan sepi tak ada ujung
galaupun bersenandung dalam hati
memangku setia dalam ragu

begitu ingin diriku
memetik kabut senja bersamamu
menorehkan tinta di malam sunyi
menciptakan aroma penuh warna

begitulah hasratku
tak terbendung menebar noda
membuat diri entah apa
hanya ini yang kurasa
tak kuasa menahannya
menjadi diri penuh hina

apa bedamu dengan setan
adakah maaf yang pantas
iblis ... engakau pujaanmu
ya engkau adalah kamu