Friday, April 17, 2009

tak ada pilihan

pada seribu luka yang membekas dan pernah terkapar
jiwamu meraba waktu dengan ciut nyali
cemas semakin menjadi api
hingga sepi menjadi ular
mengintai disetiap ketuk pintu kamar

ketika kau telan segala pahit bujuk rayu
meski muak tak dapat kau tolak
pada sisa-sisa air mata dan sejuta kenangan
bertahan sekuat-kuatnya adalah keharusan