duduklah ...
kita akan bicara
walau ku tahu pasti
semua tak kan ada gunanya ...
karena sudah terlalu lama kita tak lagi bisa tersenyum
bukankah katamu dulu
senyum akan membuat aksara
bagai mata pena yang berlari
di lembaran kertas
yang bahkan sudah teramat penuh dengan tulisan
senyum juga akan membuat kata-kata bagai puisi
menari-nari indah dan saling menautkan hati
lantas bagaimana caranya kita mengeja
karena untuk menarik sudut bibir saja sudah terasa beratnya
tapi .. duduklah ..
kita akan coba
bagaimanapun caranya mencoba jauh lebih baik
daripada kita hanya diam dan akhirnya menyerah
iya khan ... ?
duduklah ... ?
maka aku akan mencoba tersenyum
kalaupun itu bukan untukmu
setidaknya aku harus bisa tersenyum
