pernah kutulis berbaris prosa dan puisi
mengharap bidadari itu turun dari keangkuhannya
berharap merengkuh segenap lembar-lembar
ekspresi kerinduanku
dan pintunya tertutup tersekat
menutup setiap celah
untuk kemandang lagu kekagumanku
setiap bait sajak lagu pujaku
buku itu tertutup rapi teronggok
menyimpan seluruh ceritanya
tanpa seorangpun pernah membuka lembar-lembar
mendengar keheningannya
buku biru
masa laluku
